Edukasi Penerapan Bahasa Inggris Untuk Menyatakan Perasaan Dalam Mendukung Mental Health di Islamic Center Binbaz Putri
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kesehatan mental menjadi sebuah masalah yang semakin mendapat perhatian, terutama di kalangan remaja putri yang tinggal di asrama. Salah satu pendekatan inovatif dalam mendukung kesehatan mental adalah melalui kemampuan menyatakan perasaan. Dalam susasana praktek penguasaan speaking menggunakan Bahasa Inggris, kemampuan mengungkapkan perasaan bisa digunakan walapun dalam bahasa inggris sebagai bagian dari kegiatan mengeluarkan beban pikiran. Program pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi praktis mengenai ekspresi mengungkapkan perasaan dalam Bahasa Inggris kepada santri putri di Islamic Center Binbaz Putri Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui permainan bahasa, dialog tematik, dan simulasi situasi emosional. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kepercayaan diri peserta dalam mengungkapkan perasaan seperti sedih, bahagia, marah, kecewa, dan takut menggunakan Bahasa Inggris. Kegiatan ini juga mendorong kesadaran pentingnya mengelola emosi sebagai bagian dari menjaga kesehatan mental. Dapat disimpulkan bahwa integrasi pengajaran bahasa dan edukasi kesehatan mental dapat menjadi pendekatan efektif dalam lingkungan keagamaan.
Rincian Artikel
Referensi
Aneta Pavlenko. (2008). Structural and conceptual equivalence in acquisition and use of emotion words in a second language. The Mental Lexicon, 3(1), 91–120.
Pavlenko, A. (2012). Affective processing in bilingual speakers: Disembodied cognition? International Journal of Psychology, 47(6), 405–426. Retrieved from
Pavlenko, A. (2006). Bilingual minds: Emotional experience, expression, and representation. Multilingual Matters.
Pavlenko, A. (Ed.). (2005). Emotions and multilingualism. Cambridge University Press. Retrieved from
Astuti, D., & Nugroho, R. (2022). Pengajaran Bahasa Inggris berbasis ekspresi diri untuk santri pesantren. Jurnal Pengabdian Pendidikan, 4(1), 33–40. (PDF available through local university repositories.)
World Health Organization. (2022). World Mental Health Report: Transforming Mental Health for All.
JULIANTI, L., & Mujahid, I. (2022). RESILIENSI WANITA PENGIDAP KANKER PAYUDARA DALAM MENGHADAPI THANATOPHOBIA (Studi Kasus: Mahasiswa Indonesia Studi Di Mesir) (Doctoral dissertation, UIN Surakarta).
Saragih, G. (2020). Pengaruh Pendidikan Kesehatan “Sadari” Terhadap Pengetahuandeteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri Di Smk Kesehatan Imelda Medan. Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda, 6(1), 6-12.